Notula dan Notulen: Apa Bedanya?
Banyak orang menyebut catatan rapat sebagai "notulen", padahal yang lazim dipakai dalam bahasa baku adalah "notula". Apa bedanya, dan mana yang sebaiknya Anda pakai di dokumen resmi?
Pengertian notula
Notula adalah catatan singkat tentang jalannya rapat serta hal yang dibicarakan dan diputuskan. Orang yang membuatnya disebut notulis.
Lalu, apa itu notulen?
"Notulen" berasal dari bahasa Belanda (notulen, bentuk jamak dari notule). Kata ini masih sangat umum dipakai sehari-hari, misalnya "tolong buatkan notulennya". Dalam ragam baku bahasa Indonesia, bentuk yang dianjurkan adalah notula.
| Istilah | Arti | Pemakaian |
|---|---|---|
| Notula | Catatan jalannya rapat | Baku, dianjurkan untuk dokumen resmi |
| Notulen | Serapan dari bahasa Belanda | Lazim dalam percakapan |
| Notulis | Orang yang membuat notula | Baku |
Saran praktis: gunakan "notula" di judul dokumen dan surat resmi. Dalam percakapan, keduanya dipahami sama.
Fungsi notula
- Bukti resmi keputusan rapat yang bisa dirujuk kemudian.
- Alat tagih tindak lanjut: siapa mengerjakan apa dan kapan.
- Informasi bagi pihak yang tidak hadir.
- Arsip organisasi untuk audit dan evaluasi.
Notula berbeda dengan transkrip
Transkrip memuat semua yang diucapkan kata per kata. Notula adalah ringkasannya: hanya pokok pembahasan, keputusan, dan tindak lanjut. Rapat 1 jam bisa menghasilkan transkrip belasan halaman, tetapi notulanya cukup 1–2 halaman.
Pelajari cara menyusunnya di Cara Membuat Notula Rapat yang Baik dan tugas notulis di Tugas Notulis Rapat dan Keterampilannya.
Dari transkrip ke notula, otomatis
NotulaKilat membuat keduanya sekaligus: transkrip lengkap bahasa Indonesia dari rekaman, lalu notula ringkas yang siap diedit dan diunduh sebagai Word.
Coba NotulaKilat gratis 30 menit
Unggah rekaman rapat, transkrip bahasa Indonesia dan draf notula siap dalam hitungan menit. Unduh sebagai Word.
Coba gratis sekarang